IbM PENDAMPINGAN MENTAL HEALTH TERHADAP WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PURWOKERTO MELALUI KAJIAN DAKWAH ISLAM

  • M. Muammar Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Fatmah Bagis Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Abstract

Kesehatan mental, merupakan hal pokok dalam unsur jiwa manusia, yang kondisinya akan membentuk bagaimana perilaku yang nampak. Lembaga pemasyarakatan adalah suatu wadah atau tempat bagi narapidana untuk berproses memperbaiki diri, sehingga dapat kembali diterima  di tengah masyarakat. Untuk membekali warga binaan maka diberlukan pendampingan dari sisi religiusitas melalui kajian dakwah Islam bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan ceramah dalam bentuk kajian dakwah Islam dan diskusi interaktif bersama warga binaan. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan membaca Al Qur-an bersama kemudian dilanjutkan dengan memberikan materi mengenai hati-hati dalam memilih teman. Hasil kegiatan menunjukan antusiasme warga binaan dan terlihat peserta aktif dan semangat mengikuti hingga selesai agenda kegiatan. Perilaku dan sikap warga binaan diharapkan dapat lebih positif dan terkontrol sehingga warga binaan senantiasa melakukan hal-hal yang jauh lebih baik dan selalu ingat kepada Allah SWT. Keywords : mental health, warga binaan, hati-hati memilih teman Abstract. Mental health, is the main thing in the element of the human soul, whose condition will shape how behavior appears. Penitentiary is a place for prisoners to cultivate themselves to be better, so that they can be accepted back into society. To equip the inmates, assistance from the side of religiosity is needed through the study of Islamic da'wah for the inmates of the Class IIA Purwokerto Prison. The method used in this community service is to give lectures in the form of Islamic da'wah studies and interactive discussions with the inmates. The implementation of the service begins with reading the Qur'an together and then continues by giving material about being careful in choosing friends. The results of the activity showed the enthusiasm of the inmates and the participants seemed active and enthusiastic to follow until the activity agenda was completed. The behavior and attitudes of the prisoners are expected to be more positive and controlled so that the prisoners always do things that are much better and always remember Allah SWT. Keywords: mental health, prisoners, choose friends carefully

References

Adityawarman, I. (2010). Sejarah Perkembangan Gerakan Kesehatan Mental. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(1), 91–110.
Dongoran M. Fadhli, dkk (2021). Pembinaan Kesehatan Mental Dengan Intervensi Senam Yoga Pada Warga Binaan Lapas IIB Merauke. Jurnal Masyarakat Negeri Rokania Vo. 2 No. 1.
Lippmann, J., Fock, A., Arulanandam, S., Lionthina, M., Wiwaha, G., Gondodiputro, S., Sukandar, H., Arya, I. F. D., & Sunjaya, D. K. (2011). Cerebral arterial gas embolism with delayed treatment and a fatal outcome in a 14-year-old diver. Majalah Kedokteran Bandung, 52(1), 28–34. https://doi.org/10.15395/mkb.v52n1.1792
Primatanti, Putu Asih dan Dewa Ayu Putu R.J. (2022). Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Wanita dalam Manajemen Stress di Lapas Kelas II B Tabanan.
Ramayulis, Pengantar Psikologi Agama, (Jakarta : Kalam Mulia, 2002), h.111-112.
Published
2022-06-30